Kelas

Keluarga Berencana di Masa Pandemi COVID-19

dr. Dyana Safitri Velies, SpOG (K), MKes

Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Kategori
Kontrasepsi
14 Review

Gambaran Kelas

Pandemi COVID-19 mempengaruhi berbagai macam aspek dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sekolah, bekerja, beribadah, dan terutama pelayanan kesehatan. Fasilitas pelayanan kesehatan pada umumnya dibatasi saat pandemic agar dapat difokuskan ke hal yang lebih mendesak dan darurat. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana pandemi COVID-19 ini berpengaruh kepada layanan Keluarga Berencana (KB). Selama menjalani pelayanan KB, masyarakat harus ingat dan patuh kepada protokol-protokol kesehatan yang ada untuk menekan laju penularan virus COVID-19.

Kelas ini akan berfokus kepada dampak pandemi COVID-19 kepada pelayanan KB di Indonesia. Materi yang akan disampaikan dalam kelas ini mulai dari dampak COVID-19 kepada fasilitas pelayanan kesehatan serta manfaat perencanaan kehamilan di masa pandemi, tata cara dan strategi pelayanan KB di masa pandemi, hingga alternatif metode kontrasepsi yang tersedia jika akseptor tidak lagi dapat melanjutkan metodenya karena pandemi COVID-19.

Kelas ini dikembangkan oleh dr. Dyana Safitri Velies, SpOG (K), M.Kes, seorang dokter spesialis kandungan. Kelas ini dibuat dalam rangka membantu peserta kelas lebih memahami pentingnya perencaan keluarga di masa pandemi serta bagaimana untuk tetap mengakses fasilitas pelayanan KB.

Struktur Pembelajaran

Video Singkat dari dr. Dyana Mengenai Layanan KB di Masa Pandemi
00:12:09
Virus Covid-19 dan Implikasinya terhadap perencanaan kehamilan
17 halaman
Layanan KB Semasa Pandemi COVID-19
20 halaman
Video Pelayanan KB AKDR
00:03:10
Video Pelayanan KB Suntik
00:03:13
Video Pelayanan KB Implan
00:03:13
Variasi Metode Kontrasepsi
51 halaman

dr. Dyana Safitri Velies, SpOG (K), MKes

Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Biografi

dr. Dyana Safitri Velies, SpOG(K), MKes adalah seorang spesialis kebidanan dan kandungan. Beliau meraih gelar dokter pada tahun 2006, dan spesialisasi kebidanan dan kandungan di Universitas Padjajaran pada tahun 2013. Selain itu, dr. Dyana juga menjalani pelatihan subspesialis dalam bidang obstetri dan ginekologi sosial dari tahun 2015 hingga 2017.

Saat ini dr. Dyana menggeluti profesinya sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan dan berpraktek sebagai dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) sejak tahun 2014. 

dr. Dyana juga merupakan anggota komite penurunan angka kematian ibu dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) cabang Banten, salah satu pendiri merangkap sekretaris dari Asosiasi Kesehatan Remaja (AKAR) Indonesia, dan merupakan anggota komite Pendidikan dan pelatihan International Association for Adolescent Health (IAAH) Young Professionals Network. Selain itu, beliau juga merupakan anggota dari IDI, POGI, SAHM, IAAH, AOSPAG, dan FIGIJ dan telah mempublikasi berbagai riset seputar Kesehatan Reproduksi Remaja dan Keluarga Berencana.

Kenali Mentor Lebih lanjut

Reviews

SS
9 bulan yang lalu
Syahrul SE

f
9 bulan yang lalu
fittri

VN
9 bulan yang lalu
Vivit Nur Fitriani

AA
9 bulan yang lalu
Admin A

MM
8 bulan yang lalu
Moryella Moryella

ST
8 bulan yang lalu
Safira Tatyana

Informatif, dan penjelasan mudah dimengerti

C
8 bulan yang lalu
Claudia

Bila diperbanyak video dan grafik/ ilustrasi tentunya akan semakin lebih baik lagi. Penjelasan lewat video sangat memudahkan saya, lebih terbayang dan mudah diingat serta menarik. Saran untuk menampilkan soal serta jawaban post test di akhir untuk dapat kembali direview ulang sehingga pembelajaran akan semakin melekat. Terima kasih banyak untuk kelas nya:)

E
8 bulan yang lalu
Evelyn Yunita

FS
8 bulan yang lalu
Fransisca Soefanto

YP
8 bulan yang lalu
Yulyani Pratiwi

SA
8 bulan yang lalu
Stella Angelina

Sangat edukatif!

SA
8 bulan yang lalu
SEPTRIYANTI AM. KEB

Sangat bermanfaat sekali, materi yang di sajikan sesuai dengan kebutuhan PUS dan calon akseptor / akseptor, terima kasih siBIMA, keren banget..

FN
5 bulan yang lalu
Firma Novita

.

A
4 bulan yang lalu
Aperu Zulhendra